Selasa, 03 Maret 2015

Memulai Usaha Dari Hobi


Hobi merupakan sesuatu yang disenangi. Anda dapat memulai usaha dari hobi. Banyak pengusaha sukses memulai usaha dari hobi. Dalam ilmu psychology of success, dari 2000 orang yang diteliti, ternyata dari 80 persentnya adalah orang yang menyukai apa yang dilakukan. Faktor menyukai menghadirkan energi sukses yang mempunyai daya dorong luar biasa. Seperti Bill Gates;sewaktu masih muda mempunyai hobi komputer dan melakukan nya dengan tekun,sehingga menjadi pengusaha yang sukses dan terkaya di dunia.

Mooryati Soedibyo memulai usaha dari hobi. “Sebagai Putri Kraton sejak dulu saya akrab denga jamu kan suka membuat jamu. Saya membuat jamu perawatan kesehatan untuk diri sendri dan keluarga. Saya juga biasa menolong teman-teman membuatkan jamu untuk kebutuhan menjelang perkawinan, jamu untuk sebelum dan sesudah melahirkan, dan sebagainya. Ini saya lakukan secara kekeluargaan atau sosial saja. Setelah pindah ke Jakarta, ternyata masih banyak teman-teman yang suka memesan jamu saya, dan mereka memberikan  biaya penggati bahan-bahan jamu tersebut. “kata Ibu Mooryati Soedibyo, Pendiri dan Pemilik PT.Mustika Ratu. Pada awalnya ia membuat jamu untuk perawatan kesehatan dalam bentuk minuman segar, seperti beras kencur,kuyit asem, dan sebagainya. Baru kemudian ia membuat jamu lainnya sesuai kebutuhan dan permintaan. Sekarang PT.Mustika Ratu telah membantu mengurangi pengangguran, dengan merekrur sekitar 3000 tenaga kerja. Bisnis ini juga turut menjadi kebanggaan Indonesia sebagai salah satu produk bermutu yang berbahan dasar,dibuat,dan dihasikan  dari sumberdaya Indonesia, yang disukai di mancanegara.
            Demikian halnya, Marta Tilaar memulai usaha juga dari hobi. Martha Tilaar menyukai anak kecil, karena sampai usia 40 tahun belum punya anak. Didorong pula karena beasiswa 250 dolar per bulan untuk kuliah di Indiana University, tidak cukup untuk hidup berdua. Maka Martha Tilaar membuka usaha tempat penitipan anak. Pemasarannya diakukan dengan menempelkan pengumuman di kampus Indiana University yang isinya “saya adalah Baby Sitter, bersedia menampung bayi dan anak-anak”. Hasilnya datang 13 anak asuh,mulai dari bayi sampai yang sudah duduk di sekoah dasar. Mereka menitipkan anaknya, karena mengikuti kuliah. Dari usaha penitipan anak ini, Martha Tilaar memperoleh pendapatan melebihi beasiswa suaminya. Dari usaha ini ,digunakan untuk masuk ke Academy of Beauty Culture di Bloomington, Indiana. Seteah lulus dari sekolah kecantikan, Martha Tilaar mengumumkan di kampus buka lagi sebagai Baby Sitter, tetapi sebagai ahli kecantikan yang siap dipanggil untuk melayani kecantikan. Panggilan membanjiri bisnis baru Martha Tilaar. Pada tahun 1972, setelah pulang dari Amerika, garasi orang tuanya yang sempit, di ubah menjadi salon kecantikan dengan nama Martha’s Salon. Martha Tilaar memperkenalkan jamu tradisional yang di ramu sendiri dalam salonnya dan ia sebagai kelinci percobaan. Ternyata membuahkan hasil. Ketika ia menunggu kelahiran bayinya, mitra kerjanya mandadak membatalkan kerjasama, menyatakan keluar untuk mendirikan usaha sendiri. Kenangan pahit ni ,membuatnya bersyukur “Tuhan Maha Besar.saya memperoleh bayi,tapi usaha saya gagal”. Tetapi dari kegagalan ini, Martha mengubahnya menjadi kesuksesan seperti sekarang ini. Bahkan Martha Tilaar merupakan satu-satunya wanita Indonesia yang masuk dalam bukunya John Naisbitt “Megatrends Asia”.


sumber : M. Suyanto,2004, SMART in entreprenuer belajar dari kesuksesan pengusaha top dunia, Andi Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar