Kamis, 05 Maret 2015

Karya Ilmiah "Bisnis Batu Akik-Modal Kecil Untung Besar"


Bisnis Batu Akik-Modal Kecil Untung Besar
Batu akik adalah jenis batu mulia yang kini semakin digemari oleh masyarakat Indonesia.Bukan itu saja,fenomena batu akik ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi kita pecinta batu mulia ini.Dengan berbisnis jual beli batu akik kita dapat menghaslkan pundi-pundi rupiah yang lumayan banyak.
Nah, sesungguhnya ide bisnis yang mempengaruhi saya untuk mendirikan usaha ini adalah bahwa seiring bumingnya dengan fenomena batu mulia ini saya tertarik untuk terjun dalam dunia bisnis batu akik .dengan begitu saya juga bisa mendalami lebih jauh apa saja jenis-jenis batu mulia yang ada di Indonesia ini.

Keahlian.
Dalam menjalankan bisnis jual beli batu akik ini agar memperoleh untung yang besar,saya juga harus menguasai keahlian melihat,meraba dan menerawang tentang keaslian suatu batu. Sehingga saya dapat membedakan mana yang bukan batu murni dan mana yang bener-bener batu yang murni ,dengan begitu dalam usaha ini di jamin keaslian batunya, dengan cara itu usaha yang saya akan dirikan ini tak kalah saing dengan penjual lainya ,dan tak jarag juga para penjual batu akik ini yang menjual batu buatan yang sesungguhnya memiliki harga yang tidak semahal batu akik alami alian batu KaWe(tidak murni).
Modal sedikit yang menghasilkan keuntungan yang maksimal.
Inilah tipe bisnis yang saya harapkan ,modal sedikit namun untung gede. Saya hanya perlu mengeluarkan sedikit modal untuk membeli peralatan semacam mesin gerinda untuk mengasah batu dan satu unit etalasae ukuran 100x50cm.Modal awal diperkirakan sekitar 1.000.000 Rupiah. Dan sebelum usaha ini di jalankan saya terlebih dahulu belajar tentang mengolah batu yang masih bongkahan menjadi batu yang siap pakai.
Bisnis Batu Akik Berbasis Komunitas.
Yang artinya saya juga harus ikut dalam komunitas ini dan sering mengaitkan diri atau bergaul dengan komunitas batu akik,baik yang ada di dunia nyata maupun di dunia maya. Dengan begitu saya akan mendapatkan pengetahuan serta update harga berbagai batu akik.


Dan inilah beberapa jenis batu yang akan saya perjualkan :
NO
INTERNASIONAL
:
INDONESIA
1.
Biru Lazuardi
:
Lapis Lazuli
2.
SunStone
:
Biduri Surya
3.
BloodStone
:
Akik Darah/Naga Sui
4.
Rose Quartz
:
Kuarsa Mawar
5.
Rock Crystal
:
Kecubung Es
6.
Green Jasper
:
Badar Lumut
7.
Emerald
:
Zamrud
8.
Ruby
:
Merah Delima
9.
Tiger’e Eye
:
Mata Macan/Biduri Sepah
10.
Green Obsidian
:
Zamrud Kalimantan
11.
Hawk’s Eye
:
Mata Elang
12.
Bixbite
:
Red Beryl
13.
Idocrase
:
Sungai Dareh/Bio Solar Aceh
14.
Chrysocolla
:
Batu Bacan
15.
Opal
:
Batu Kalimaya
16.
Agate
:
Akik
17.
Jade
:
Giok
18.
Rhodochrosite
:
Ruby Borneo
19.
Pearl
:
Mutiara
20.
Iolite
:
Safir Air
21.
Kyanite
:
Safir Australia
22.
Diamond
:
Intan/Berlian
23.
Amethyst
:
Kecubung
24.
Smoky Quartz
:
Kecubung Teh
25.
Prasiolite Quartz
 :
Kecubung Hijau
26.
Pyrite
:
Badar Emas
27.
Petrified Shell
:
Kol Buntet
28.
Textite
:
Batu Meteor
29.
Chalcedony
:
Yaman
30.
Red Jasper
:
Ati Ayam
31.
Petrified Sea Coral
:
Badar Tawon
32.
Labradorite
:
Laburador
33.
Turquoise
:
Pirus
34.
Cat’s Eye
:
Mata Kucing
35.
MoonStone Feldspar
:
Biduri Laut
36.
Rutilated Quartz
:
Kecubung Rambut
37.
Moonstone
:
Biduri Bulan
38.
Chalcedony
:
Spritus/Lavender

Dan masih banyak lagi jenis batu mulia yang akan saya jual,  dan demikian laporan karya ilmiah .




 



Rabu, 04 Maret 2015

Kunci Sukses Memulai Bisnis di Usia Muda



Membangun bisnis saat usia masih muda? Hmm… kedengarannya seru dan menyenangkan ya
Apakah Anda salah satu orang yang ingin memiliki usaha di usia muda? Atau, apakah Anda seoraang professional muda yang juga ingin membangun bisnis sebagai penghasilan tambahan? Apakah pernah terlintas di benak Anda untuk mengajak rekan/sahabat Anda membangun suatu bisnis bersama?
Memiliki sebuah usaha/bisnis di saat usia masih muda memang sesuatu yang bisa dikatakan berani dan hebat. Berani, karena tentu banyak resiko di dalamnya. Hebat, karena saat usia masih muda, kita memiliki waktu yang reelatif lebih banyak disbanding ketika kita menjalankannya saat usia sudah menua dan menjelang masa pensiun.
Berbisnis di usia belia membutuhkan sejumlah persiapan dan rencana. Mulai dari modal yang sering jadi kendala, sampai ke masalah persiapan mental yang kadang sering terlupa.
Nah, dalam artikel kali ini, kita akan membahas berbagai pengalaman anak muda Indonesia yang sukses membangun bisnisnya saat belia.
Kita akan banyak belajar kisah perjalanan mereka memulai bisnis, mulai dari tips sukses, sampai berbagai hal yang harus kta hindari. Penasaran apa saja? Yuk kita intip tips sukses mereka! J

1. Prinsip 3M from Lena Thong

“Dalam berbisnis harus ada 3 M (Mau, Mampu, Money). Kalau salah satu tidak ada bisa bermitra”
Ada salah satu tips penting dalam berbisnis dari Lena Thong, CEO sebuah perusahaan penyedia jasa kantor siap pakai. Menurutnya, bagi anak muda yang ingin mendirikan sebuah bisnis, perlu mengecek 3 faktor yaitu Kemauan, Kemampuan, dan Modal. Kemauan datangnya dari diri sendiri, yaitu passion. Keinginan menjalankan suatu bisnis dengan sejuta visi dan impian di belakangnya serta kecintaan kita terhadap sesuatu sehingga ingin serius menekuninya.
Lena mengaku tertarik dengan bisnis penyediaan kantor siap pakai ini karena ia tertarik pada dunia property. Ia menangkap peluang yang sangat baik bahwa akan banyak bermunculan perusahaan-perusahaaan kecil yang membutuhkan kantor instan. Berdasarkan alasan inilah, Lena mengeksekusi mimpin-mimpinya.
Kemampuan. Faktor kedua yang penting untuk dimiliki saat membangun suatu bisnis adalah kapasitas kita untuk menjalankannya. Ini terkait dengan kesiapan kita baik dari segi wawasan terhadap dunia bisnis, pengetahuan tentang bidang yang akan kita garap, serta kemampuan manajerial.
Yang terakhir adalah money, atau modal. Lalu bagaimana jika kita tidak memiliki salah satunya? Yup, solusinya adalah dengan bermitra!
Misalkan, jika Anda memiliki passion dalam bidang fashion lalu sudah membekali diir Anda dengan berbagai wawasan dunia fashion, akan tetapi kekurangan modal. Carilah investor!
Sebaliknya, jika Anda punya keinginan dan uang/modal namun tidak tahu bagaimana ara menjalankan bisnisnya, carilah partner/mitra sebagai pihak manajemennya.
Syarat Bisnis menurut Lena Thong
• Tahu/Menguasai bidang yang akan digeluti dalam bisnis
• Harus ada peluang
• Passion
“Banyak orang yang berpikir secara rasional akan menyerah ketika menghadapi rintangan. Seringkali passion lah yang membuat kita tetap berusaha.” (Steve Jobs)

2. Win Like The Champion

Tips sukses kedua dalam berbisnis di usia muda adalah mental “Win Like The Champion”
Apa artinya?
Kita harus memiliki mental untuk menjadi seorang pemenang, bukan pecundang.
Tahukah Anda perbedaan winner dan champion?
Seorang pemenang (winner) bisa menjadi pemenang suatu waktu, tapi belum tentu dapat mengulang kembali kemenangan itu. Hanya seorang juara (champion) yang mampu meraih kemenangan, lagi dan lagi, berulang-ulang kali.
begitu juga dalam menjalankan sebuah bisnis, kita harus siap menghadapi pertandingan dan perjuangan tiada henti. Hal ini akan menambah rasa penghargaan kita terhadap bisnis yang kita jalani.
Ketika kita sudah berhasil meraih target atau sukses yang diimpikan, kita benar-benar memenangkannya seperti seorang juara yang berhasil melewati berbagai tahapan pertandingan. Bukan sekedar rasa bangga karena baru menghadapi satu rintangan kecil.

3. Jangan terlalu fokus sama finansial

Ada salah satu kisah menarik yang datang dari kantor pusat Google. Charlie Ayers, juru masak pertama yang direkrut Google, memiliki misi menyediakan makanan yang mampu membuat betah para jagoan komputer di Google, mulai dari sarapan, makan siang, sampai makan malam. Dia juga harus menciptakan suasana agar orang-orang mau datang lebih pagi dan pulang lebih larut. Ayers juga mengurangi pizza dan menggantinya dengan sushi, makanan yang diyakininya baik untuk otak. Walhasil, setiap karyawan Google begitu menyukai masakannya dan merasa betah berlama-lama di kantor.
Dari Charlie kita bisa memetik pelajaran berharga bahwa dala m bekerja/berbisnis, tidak melulu harus soal uang dan profit. Yang paling penting saat kita membangun bisnis adalah menjalankannya dengan hati. Memang profit merupakan factor penting dalam bisnis, tetapi tidak semua kesuksesan sebuah perusahaan diukur dengan profit. Sejauh mana sebuah perusahaan mampu mempengaruhi pasar dan konsumer serta membuat perubahan berarti dalam hidup mereka juga sebuah pencapaian yang mahal harganya.

4. Jangan pelit untuk share ilmu

Tips sukses lainnya yang datang dari para pebisnis muda Indonesia yang berhasil dirangkum Billy Boen dalam bukunya, Top Words 2 adalah kemurahan hati untuk berbagi ilmu.
Dalam menjalankan sebuah bisnis, kita tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri tanpa berbagi pelajaran dan pengalaman kepada orang lain. Dengan sering berbagi ilmu kepada rekan bisnis maupu junior, kita akan mendapatkan segudang manfaat. Antara lain adalah relasi yang semakin kuat dengan pelaku bisnis lain, eksistensi yang semakin meluas, serta ilmu yanh semakin bertambah karena sering kita ulang-ulang saat sharing.

5. Kenali kemampuan dan arah yang akan dituju

“Begin with the end mind” (Stephen R. Covey. Dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People)
Salah satu kunci sukses dalam bisnis adalah menentukan dan membayangkan puncak bisnis Anda. Apa yang Anda tuju dan inginkan dari bisnis tersebut?
Memulai dari yang akhir, padahal biasanya memulai dari permulaan, starting from the beginning. Mengapa harus starting with the end? Kenapa kita memulai dari yang akhir? Akhir itu adalah harapan dan tujuan yang menjadi keinginan kita semua. Artinya agar bisnis kita lebih baik kita harus menetapkan tujuan terlebih dahulu. Ini agar kita punya fokus yang jelas.
Sehingga, ketika kita sudah memiliki fokus tanpa disadari segenap potensi yang kita miliki akan tercurah pada tujuan tersebut. Tubuh kita, tenaga kita, pikiran kita dan hati kita akan bergerak dengan langkah pasti dan meyakinkan untuk meraih tujuan tersebut.
Dengan membayangkan akhirnya, Anda dapat dengan mudah mengetahui detail apa saja yang Anda butuhkan untuk mewujudkannya jadi kenyataan

6. Integrity, Passion and Fun

“Kurangnya passion seringkali menjadi hal yang membedakan antara kegagalan dan kesuksesan” (Donald Trump)
Salah satu prinsip yang dipegang kuat oleh Ligwina Hananto, salah seorang perencana keuangan ternama dalam memulai suatu bisnis adalah Integrity, Passion, and Fun.
Selain integritas, factor penting lainnya yang harus dimiliki seorang pebisnis baru adalah passion dan fun. Bekerja dengan passion dapat membantu Anda segera bangkit saat menemukan masalah. Passion akan menjadi alasan kuat seseorang untuk tetaap melakukan apa yang ia cita-citakan sejak awal. Selain itu, dalam bisnis kita juga harus menjalankannya dengan senang. Meskipun harus bersikap professional dan serius dalam menggarap suatu usaha, jadikan bisnis Anda sebagai wahana yang menyenangkan.

7. Being, do and have. Fokus untuk memantaskan diri

Tips penting terakhir sebelum memulai suatu bisnis adalah memperhatikan 3 faktor yaitu “being, do, and have”. Dari ketiga hal tersebut, yang wajib pertama kali kita miliki bukanlah do dan have, melainkan being. Artinya adalah, sebelum kita memutuskan ingin mengerjakan dan memiliki sesuatu, pastikan kita sudah memantaskan diri kita dengan segenap pengetahuan dan keterampilan. Karena bisnis hanya akan berhasil di tangan orang-orang yang pantas memetik keberhasilan. Apakah Anda salah satunya?

sumber : aquariuslearning.co.id (04-03-2015 )  



10 Tip Memulai Usaha Kecil dan Meraih Sukses



Kalau Anda melihat Bill Gates atau Mark Zuckenberg, pasti Anda tergiur dengan kekayaan mereka yang luar biasa. Tapi sadarkah Anda, bahwa mereka juga memulai semuanya dari usaha kecil mereka. Dan tak satupun dari mereka yang menduga bakal mencetak keberhasilan seperti sekarang.

Perusahaan pemula yang berubah menjadi perusahaan sukses bernilai miliaran bahkan triliunan, dalam dunia bisnis tak bedanya dengan pemenang lotere. Meletakkan semua uang Anda dan berharap mendapatkan jackpot, Anda justru bakalan terpuruk.

Berikut 10 aturan untuk memulai usaha kecil. Daftar ini lebih untuk membuat Anda menyadari kenyataan yang ada, ketimbang gila-gilaan mengejar impian terdahsyat Anda dalam berbisnis.

Lebih realistis. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.

Jangan menginvestasikan uang sendiri. Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.

Perbudak diri sendiri. Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.

Hargai waktu. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.

Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.

Jual kelebihannya, bukan harganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.

Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.

Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.

Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.

Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouthakan menyebar.

(Sumber: The Washington Post/Slate Magazine)